Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Sudah Diadukan Ke KPK, SBS-HMS Diminta Dorong Penyelesaian Dugaan Korupsi Rumah Seroja

Menurut Yoseph Koopertinyo, Bupati dan Wabup Malaka yang baru harus mendorong penyelesaian kasus ini demi menegakkan keadilan bagi ribuan warga korban bencana, yang hak-haknya diabaikan oleh oknum tertentu, termasuk individu atau aktor intelektual di balik kasus ini.

Sebagai informasi, pemerintah pusat telah mengalokasikan dana hingga 57,5 miliar Rupiah untuk membantu 3.118 korban bencana Seroja di Kabupaten Malaka yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana pada April 2021.

Namun, pelaksanaan proyek kemanusiaan ini diduga menghadapi masalah dan berpotensi mengarah pada tindak korupsi. Fakta yang tidak dapat disangkal adalah bahwa pekerjaan yang dimulai sejak Tahun Anggaran 2022 ini belum selesai hingga saat ini (Juli 2024).

Selain kontribusi sebesar 57,5 miliar dari pemerintah pusat, proyek ini juga menggunakan dana APBD II Kabupaten Malaka sebesar 2,8 miliar Rupiah untuk pendampingan. Anggaran sebesar 2,8 miliar ini pun diduga kuat disalahgunakan, karena digunakan untuk perencanaan dan pengawasan, sementara pelaksanaan proyek kemanusiaan ini tidak berjalan dengan baik.**(tim) 

Baca Juga :  Wakil Bupati Henri Melki Simu Resmi Buka Turnamen Sepak Bola Mini Putri Antar OPD, Pertama Kali di Kabupaten Malaka

 

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung