Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Suara dari Pelosok Perbatasan, Permaper TTU Sebut Bantuan Rumah Seroja: Serangan Roh Jahat

BIDIKNUSATENGGARA.COM | Persatuan Mahasiswa Perbatasan (PERMAPER) TTU menggelar aksi damai di Kabupaten Malaka pada Kamis, (8/5/25), sebagai bentuk protes terhadap berbagai persoalan yang dialami masyarakat selama masa kepemimpinan Bupati sebelumnya.

Protes ini fokus utama pada dugaan korupsi Proyek rumah bantuan Seroja yang hingga saat ini belum ada kepastian hukum. Proyek tersebut menelan dana APBN yang sangat besar namun belum memberikan hasil yang layak.

PERMAPER TTU menyebut proyek bantuan rumah Seroja sebagai “Serangan Roh Jahat,” karena proyek kemanusiaan yang seharusnya memberikan manfaat justru meninggalkan penderitaan bagi masyarakat Kabupaten Malaka.

“Sangat disayangkan, dana sebesar Rp 57,5 miliar disalahgunakan dan tidak memberikan hasil yang optimal, termasuk dana pendampingan dari APBD Kabupaten Malaka sebesar Rp 2,8 miliar,” ujar Polikarpus Roni Seran, Koordinator lapangan aksi.

Baca Juga :  Gol Cantik Gusto Catat Rekor Gol Tercepat, SSB Sasitamean Unggul Sementara Atas SSB Kobalima

Polikarpus Roni Seran, menegaskan bahwa dugaan korupsi ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merampas hak-hak masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap bupati dan wakil bupati SBS-HMS dapat bersikap tegas dalam penyelesaian proyek ini.

“Kami berharap bupati dan wakil bupati Malaka usut tuntas persolaan ini. Kami juga meminta masyarakat Malaka mendukung perjuangan kami. Kami di sini untuk menyuarakan hak-hak masyarakat. Bukan untuk melakukan kegaduhan, karena kami kumpulan orang-orang intelektual bukan kumpulan premanisme. Saya mengajak, mari bergabung dan bersama kami kita perjuangkan keadilan,” tegasnya dengan semangat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung