Seperti yang diutarakan Kepala Sekolah SMAN Pantura, Lazarus Molo dan sejumlah guru lainnya saat ditemui media ini disekolah, (Jumat, 08/03).
Diruang guru, para guru melalui kepala sekolah Lazarus Molo mengakui anak Tibersius Kolo adalah murid mereka yang sedang diskorsing.
“Kami tidak mengeluarkan Tiber dari sekolah tapi kami memberi pelajaran lewat skorsing. Hal itu terpaksa kami lakukan karena anak Tiber sering terlambat dan melawan saat ditegur. Pihak orang tua yang disurati pun tidak cepat datang namun ketika datang hanya untuk ngamuk-ngamuk disini dengan alasan anak mereka harumkan nama sekolah lewat olahraga. Prestasi itu kami akui tapi bukan untuk harus sang murid menutup mata untuk semua aturan di sekolah. Tiber akan kami terima kembali sejauh orangtuanya datang dan kami bicarakan masalah ini secara baik-baik,” Jelas Molo yang diamini para guru lainnya. **(Hendriki Meko)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












