Saat itu, saudari Sekdinkes Matim berbicara bagaimana selama ini pihaknya sangat terbantu sekali dengan keberadaan Polri dalam hal ini Polres Manggarai Timur dan TNI dalam menangani masalah angka stunting dan kematian ibu dan anak di Manggrarai Timur yang tinggi. Sehingga, saudari Sekdinkes menawarkan ke Pak Kapolda gedung dan tanah-tanah puskesmas yang masih kosong untuk dibangunkan Pos Polisi. Menanggapi apa yang disampaikan saudari Sekdinkes, Pak Kapolda hanya menyarankan agar itu di diskusikan dengan Pak Kapolres Manggarai Timur yang saat itu berada tepat disamping mendampingi pak Kapolda.
Video percakapan itu akhirnya saya share ke group WhatsApp Badan Pengurus Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (FORKOMA MATIM), yang didalam WAG tersebut, Bupati Manggarai Timur, Bapak Agas Andreas juga sebagai anggota group tetapi suadari Ani Agas bukan anggota Group.
Pernyataan saya di Group FORKOMA Matim meyebutkan:
“Sejak kapan Ani Agas Punya tanah puskesmas? Tanah-tanah Puskesmas di Matim itu banyak tanah hibah dari masyarakat untuk pembangunan fasilitas kesehatan. Dengan angkuhnya, Ani Agas, menawarkan tanah-tanah itu untuk dibangunkan Pos Polisi. Ngawur !!”
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












