Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Senyum Magdalena Meluluhkan Hati Tiga Dermawan Dari Jakarta

MANGGARAI TIMUR, BIDIKNUSATENGGARA.COM | Sinar matahari sangat terik. Iklim bumi sedang tidak bersahabat dengan manusia. Manusia menjerit kepanasan sementara matahari terus menyinari tanpa peduli dengan kehidupan makhluk lainnya, apalagi manusia yang berakal. Iklim yang panas sedang menindas manusia sebab manusia tidak bersahabat lagi dengan rahim ibu bumi.

Makhluk yang bernama manusia berteriak-teriak karena cuaca sangat panas. Tapi, sinar matahari terus menyinari buminya, yang tanpa peduli dihuni oleh berbagai makhluk hidup, termasuk manusia yang berakal dan memiliki kehendak bebas. Yang tidak merasakan teriknya matahari adalah binatang melata yang tinggal dan hidup di air dan lautan. Ikan, katak, udang, belut dan lainnya tidak pernah menjerit kepanasan, kecuali cacing yang berada diatas bumi merasakan panas dan perlahan-lahan mati. Tapi, ketika cacing itu berada di perut bumi dan berada di rahim ibu bumi tidak merasakan kepanasan. Tapi, ketika peptisida disemprotkan ke rahim bumi maka segala makhluk yang berada di dalam rahim bumi mati. Itu ulah manusia yang memiliki akal budi dan berkehendak bebas. Dampaknya adalah rahim ibu bumi tidak memberikan kesubuhan tanah untuk ditanami berbagai jenis tanaman yang dimakan oleh makhluk yang bernama manusia.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung