Kisah serupa juga terdengar dari petani lain, yang sebelumnya bergantung pada sumber air terbatas dan proyek pompa air tenaga surya di Desa Fatoin. Dampaknya langsung terasa: lahan tidur mulai hijau, dan keluarga petani bisa menghemat waktu mencari air untuk kebutuhan rumah tangga.
Proyek saluran irigasi ini merupakan bagian integral dari program prioritas pertanian SBS-HMS, yang termasuk dalam Panca Cita Pertama untuk pembangunan pro-rakyat. Selain itu, pasangan SBS-HMS telah meluncurkan inisiatif serupa seperti pacul tanah gratis di 127 desa. Di tengah tantangan irigasi di Malaka yang masih bergantung pada anggaran terbatas, inisiatif ini diharapkan meningkatkan produksi padi hingga 20-30 persen dan mengurangi ketergantungan pada impor pangan di NTT.
SBS-HMS menegaskan bahwa program ini akan terus diperluas, termasuk integrasi dengan pompa surya dan bibit tahan kekeringan, untuk mewujudkan Malaka sebagai lumbung pangan di perbatasan NKRI-RDTL.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












