Usai pemotongan tumpeng, acara dilanjutkan dengan diskusi yang melibatkan beberapa mantan wartawan senior yang telah berpengalaman luas. Diskusi tersebut mengupas berbagai persoalan yang dihadapi oleh wartawan di Kabupaten Malaka, termasuk tantangan menghadapi oknum-oknum wartawan yang tidak memahami kode etik jurnalistik.

Terpantau, sejumlah wartawan sepakat untuk melindungi marwah profesi wartawan dari oknum-oknum yang menyalahgunakan profesi tersebut.
Frido Raebesi, salah satu wartawan dalam forum tersebut, mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya individu yang mengaku sebagai wartawan namun tidak memenuhi standar jurnalistik yang ditetapkan.
Ia menekankan bahwa oknum-oknum tersebut sering kali mengabaikan etika profesi, melakukan wawancara tanpa kedalaman substansi, dan menulis berita dengan cara yang tidak bertanggung jawab.
“Situasi ini tidak hanya merugikan martabat kami sebagai wartawan, tetapi juga masyarakat luas yang berhak mendapatkan informasi yang berkualitas,” ujarnya.
Frido menambahkan pentingnya sosialisasi dan pendidikan jurnalistik bagi wartawan muda yang belum mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW), agar mereka memahami kode etik, dan berkomitmen pada kualitas jurnalistik.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












