Ia berpendapat bahwa HPN 2025 harus dijadikan sebagai momentum untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Malaka, yang terletak di perbatasan Indonesia dan Timor Leste (RI-RDTL).

Ia pun menyampaikan harapannya agar para jurnalis semakin dari waktu ke waktu bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi informasi demi memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang akurat dan tepat waktu.
Dia juga menegaskan bahwa di tengah dinamika perbatasan negara, tugas jurnalis semakin berat karena bukan hanya harus menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga professionalisme dan kehormatan demi kedaulatan negara.
“Sebagai Wartawan Perbatasan, tentu kita harus kerja profesional dan ikut menjaga kehormatan dan kedaulatan negara di Kawasan Perbatasan RI-RDTL melalui karya-karya jurnalistik yang diemban,” ujarnya dengan tegas.
Acara ini melibatkan empat organisasi pers yang berpengaruh di Kabupaten Malaka, yaitu Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Aliansi Wartawan Independen (AWI), dan Komunitas Wartawan Perbatasan (KONTAS). Kolaborasi antar organiasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat solidaritas antarsesama wartawan serta memperbaiki citra profesi di mata hukum dan masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












