Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  

Polisi Yang Humanis Cahaya Kamtibmas

Oleh Maria Goreti Sufaldi Ratna, Aktivis Perempuan Manggarai Timur

Kolaborasi multi pihak, khususnya dengan pihak kepolisian, memberikan dampak positif. Kehadiran Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) kami sebagai ujung tombak dalam mempromosikan kesetaraan gender dan pencegahan KDRT mendapat dukungan penuh dari polisi. Dalam upaya menyelesaikan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta KDRT, kepolisian sangat mendukung penyelesaian secara adat berdasarkan kearifan lokal, yang diwariskan dan dipraktikkan secara turun-temurun. Pendekatan ini tidak hanya menunjukkan wajah Polri yang humanis, tetapi juga membantu mengurangi beban Polri dalam menangani berbagai kasus di masyarakat.

Baca Juga :  Bank NTT Siap Salurkan Kembali KUR Setelah Jeda Tujuh Tahun

Terobosan Polri dalam menjalin kemitraan dengan berbagai pihak sesuai dengan harapan masyarakat. Selama ini, pendekatan hukum positif tidak selalu menghadirkan rasa keadilan, terutama bagi masyarakat kecil. Keadilan sejati yang seharusnya menjadi mahkota dari hukum sering kali diperdagangkan, di mana frasa “No money no justice” dan “No viral no justice” mencerminkan realita yang ada.

Merindukan Polisi Humanis

Sebagai aktivis perempuan yang tinggal di Kabupaten Manggarai Timur dan seringkali terlibat dalam berbagai persoalan sosial kemasyarakatan, saya merasa dihormati dan bangga dengan hadirnya polisi di bawah komando AKBP Suryanto sebagai Kapolres Manggarai Timur dan Ketua Bayangkari Megawati Suryanto. Mereka selalu menunjukkan empati terhadap situasi orang-orang yang termarjinalkan di tengah masyarakat. Beberapa anggota polisi di Polres Manggarai juga aktif membantu masyarakat kurang mampu dengan memanfaatkan akses mereka ke berbagai donatur yang baik hati.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung