Lebih lanjut, warga mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap kebijakan Kepala Desa Maria Antoneta, yang seharusnya memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu, tapi malah lebih memilih memberikan kepada perangkat desa dan BPD, sementara masyarakat kecil diabaikan.
“Sangat disayangkan, bantuan yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu malah diberikan kepada perangkat desa dan BPD, sementara masyarakat kecil diabaikan. Ini adalah kondisi yang tidak seharusnya terjadi dan perlu dicermati secara serius oleh pihak terkait,” keluh warga.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua BPD Desa Manumutin Silole, Alfonsius Mau, menjelaskan bahwa pada tanggal 23 lalu, Kepala Desa kembali membagikan babi kepada beberapa warga. Namun, yang mencolok adalah enam orang perangkat desa, termasuk Ketua dan Wakil Ketua BPD, ikut menerima babi tersebut.
Dalam wawancara, wartawan berusaha menggali informasi lebih lanjut. Ketika ditanya tentang nama-nama dari enam perangkat yang menerima bantuan babi, Wakil Ketua BPD Alfonsius Mau tampak ragu dan enggan menyebutkan nama mereka, “Nanti mereka bilang saya yang melapor,” jawab Alfonsius defensif, seolah-olah sedang menyimpan rahasia besar.
Hal ini membuat warga yang hadir merasa kecewa, karena Alfonsius Mau yang selaku Wakil Ketua BPD tampak takut menyebutkan nama-nama perangkat yang menerima bantuan babi tersebut. “BPD takut perangkat desa seperti ini, masyarakat bisa apa?” ungkap salah satu warga dengan nada kesal.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












