Informasi yang diperoleh di lapangan menunjukkan bahwa oknum pengelola (Bos Jasic) dikenal memiliki koneksi kuat dengan para petinggi setempat, sehingga praktik perjudian marak terjadi di Pasar Boas.
Warga berharap upaya pemberantasan perjudian, seperti yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pelantikannya mengenai prioritas penghapusan perjudian online dan penyimpangan hukum lainnya, dapat direalisasikan di tingkat daerah.
Sementara itu, dalam konfirmasi terpisah, Kapolsek Malaka Timur IPDA Nunis Noniz menyatakan bahwa pihaknya akan menelusuri kemungkinan adanya aktivitas perjudian dan akan membubarkannya.
“Kami bersama Paka danramil akan mengkoordinasikan tindakan untuk pembubaran jika terbukti ada kegiatan perjudian,” tegas Nunis.
Ketika ditanyakan mengenai kemungkinan adanya imbalan, Kapolsek menjawab, “Siapa yang mengatakan demikian? Warga mana yang menyampaikan informasi itu?” Tanyanya.
Ia menambahkan bahwa ia tidak memerlukan hal tersebut. “Saya tidak hidup dari barang haram,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Klaran Bria (Bos Jasic) yang diduga sebagai pengelola judi di pasar Boas, belum berhasil dikonfirmasi.**(tim)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












