Romo Oktavianus juga menegaskan filosofi bahwa “bukan tempat yang mengubah seseorang menjadi hebat tetapi seseorang yang menjadikan tempat itu hebat.” Dengan keyakinan penuh, ia menyatakan, “Maka saya pastikan bahwa Besikama itu adalah Katedralnya Malaka. Amin!?” Hal ini merupakan ajakan bagi para PPPK untuk menjadi agen perubahan dan keunggulan di mana pun mereka ditempatkan, menjadikan setiap sudut Malaka istimewa melalui dedikasi dan kinerja mereka.
Pesan penting lainnya adalah tentang rasa syukur. “Jangan mengeluh tetapi selalu bersyukur, bersyukur danbersyukur,” ajaknya, mengingatkan pentingnya sikap optimisme dan rasa terima kasih dalam menghadapi setiap tantangan pekerjaan.
Dalam kesempatan tersebut, Romo Oktavianus juga memberikan peringatan terhadap sikap terlalu percaya diri yang berlebihan melalui sebuah perumpamaan. Ia menceritakan analogi semut dan gajah bertemu di atas jembatan yang menyebabkan jembatan bergoyang, di mana semut menyangka dirinya penyebab jembatan bergoyang padahal gajah lah yang melakukannya. Kisah ini mengandung makna mendalam tentang pentingnya introspeksi, kerendahan hati, dan pengenalan akan kekuatan serta batasan diri.
Menutup arahannya, Romo Oktavianus Neno menaruh harapan besar kepada para PPPK. “Jadi kita yang terima SK PPPK kerja baik-baik, karena bapak SBS dan HMS sudah selesai. Tetapi kita adalah masa depan. Barang siapa yang memulai hal-hal kecil saat ini, percayalah ke depan dia akan memanen apa yang dia perjuangkan. Siapa tahu saya dengan pak Ketua DPRD sudah opa-opa ketemu Bupati dari antara PPPK,” Pesan Romo Oktavianus.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












