Acara ini tepat jatuh pada Hari Minggu Biasa XXVI, 28 September 2025, yang dirayakan dengan warna liturgi hijau – simbol harapan dan pertumbuhan. Tak lupa, hari itu juga memperingati para santo wajib: Santo Wenseslaus, Raja Bohemia dan Martir; Santo Laurensius Ruiz, Martir; serta Santa Eustakia, Perawan.
Dalam homilinya yang menginspirasi, RD. Yustus Nipu menyoroti esensi iman, sportivitas, dan semangat persaudaraan sebagai pondasi utama dalam setiap pertandingan. “Olahraga bukan sekadar arena kemenangan, tapi panggung untuk bersaksi tentang kasih Tuhan,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh hadirin termasuk para pemain, pelatih, dan pendamping untuk menjadikan Piala Menpora sebagai kesempatan emas membangun karakter Kristiani melalui semangat fair play.
Menggali pesan mendalam dari kisah orang kaya dan Lazarus, RD. Yustus menekankan urgensi perhatian terhadap sesama yang menderita serta kepekaan hati yang sejati. “Jangan biarkan kita terlena oleh ambisi prestasi, tapi bangunlah hati yang peduli dan rendah hati,” pesannya khusus untuk para pemain PS Malaka U-15, yang baru saja menjuarai Piala Menpora Regional NTT dan kini menatap panggung nasional.
Kisah orang kaya dan Lazarus adalah gambaran kontras antara kemewahan dan penderitaan, antara keegoisan dan kepedulian. Orang kaya itu bukan dihukum karena kekayaannya, tetapi karena ketidakpeduliannya terhadap Lazarus, si miskin yang ada di depan pintu rumahnya. Ia gagal membuka hati dan tangan untuk menolong.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












