Sifat Kedua, Obyektif. Pemimpin marah dengan tujuan yang jelas dan terukur untuk sebuah perubahan yang lebih baik. Yang berorientasi kepada visi dan kebutuhan riil masyarakat, yang tidak menebar janji muluk tapi terukur sesuai sumber daya yang dimiliki.
Pemimpin yang memilih diam dan tidak marah adalah pemimpin yang tidak memiliki standar kerja yang jelas, asal kepentingannya terakomodir. Yang tidak paham dan bingung mau menahkodai organisasi kemana arahnya. Maka pilihannya diam apalagi harus marah biar dinilai BAIK. Dia akan sangat menjaga zona nyaman, untuk menjaga citra dirinya.
Ketegasan sikap dr. Stef dalam masa kepemimpinannya telah menorehkan prestasi untuk Malaka. WTP untuk Kabupaten Malaka yang tergolong sangat belia saat itu. Pelayanan RSPP yang dinilai PARIPURNA atau Bintang lima, dan wajah pemerintahan yang berwibawa dan disegani dilevel provonsi dan pusat, serta berbagai kebijakan yang pro rakyat adalah buah dari kecerdasan, integritass dan ketegasan sikap seorang dr. Stef.
Sekedar refleksi dan mengingatkan kita, bahwa kemunduran mutu pendidikan di Indonesia saat ini, salah satu penyebabnya adalah karena sekolah dan guru takut “MEMBINA” siswanya. Yang terjadi adalah membiasakan orang untuk bersikap pasrah dan masa bodoh dengana keadaan. Generasi 90-an kebawah benar-benar merasakan bagaimana tegas dan disiplinnya sekolah dan guru-guru saat itu, dibandingkan dengan sekolah dan guru-guru sekarang. Niat tulus dan ketegasan para guru saat itu, telah menghasilkan pemimpin-pemimpin sukses saat ini.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












