Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Manggarai Timur di NTT Bentuk TPKJM Untuk Penanganan dan Penanggulanan Orang Dengan Gangguan Jiwa

Kasus ODGJ Sangat Tinggi di Manggarai Timur 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, dr Tintin Surip dalam pemaparan materinya, Selasa, (24/10/2023) menjelaskan, angka kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa di Manggarai Timur tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

“Angka penderita ODGJ di Manggarai Timur sebanyak 694 orang. Dari angka itu, yang masih dipasung sebanyak 54 orang. Dinas Kesehatan melalui Puskesmas terus melayani penderita Gangguan Jiwa dari rumah ke rumah. Sebagian penderita tidak mau minum obat. Selain, angka bunuh diri di kalangan remaja di Manggarai Timur sangat tinggi,” jelasnya.

Baca Juga :  Dari Atas Tribun Stadion Oepoi, Bupati SBS Beri Semangat Kepada Tim PS Malaka U-12 yang Jadi Pusat Perhatian Penonton

Surip menjelaskan, penanganan penderita gangguan butuh keterlibatan semua pihak, terlebih peran keluarga dan lingkungan sosial. Para medis bertugas untuk mengobati pasien sementara pendampingan untuk rutin minum obat dilakukan oleh keluarga.

“Perawat di Puskesmas di Manggarai Timur sudah melayani penderits gangguan jiwa dari rumah ke rumah. Stok obat sangat cukup di tiap Puskesmas, ” jelasnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Mutu Layanan, RSUPP Betun Gelar Pelatihan Pelayanan Prima Selama Tiga Hari

Kesulitan Dana Untuk Beli Obat di 2024

Surip menambahkan, Dinas Kesehatan Manggarai Timur mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) 2023 sebesar Rp 8 miliar. Dari dana itu, sebanyak Rp 5 miliar untuk beli obat dan Rp 3 miliar untuk hal-hal lainnya. Sementara tahun 2024, Dinas Kesehatan Manggarai Timur tidak mendapatkan dana DAK 2024 lagi sehingga Dinas kesulitan untuk pengadaan pembelian obat bagi pengobatan ODGJ. Solusinya, Dinas Kesehatan tetap berupaya untuk pengadaan obat bagi ODGJ.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung