Helidorus Ximenes mengatakan, jika tidak mampu merealisasikan, jangan pernah membuat janji. Kami kecewa karena sudah 3 tahun belum di sentuh apa-apa.
“Paling tidak dibuatkan jembatan darurat, sehingga saat musim hujan dan banjir turun, masyarakat bisa menyeberang,” Harapannya.
Dirinya menegaskan, jika Bupati Malaka tidak menindaklanjuti janji tersebut maka melalui media ini menyatakan sikap, akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran bersama seluruh Mahasiswa Dawan R dan masyarakat dari 3 Kecamatan yang menggunakan jembatan tersebut.
Dikatakannya, dampak dari ambruknya jembatan numponi, warga dari Kecamatan Botin Leobele, Laenmanen dan Malaka Timur di seberang jembatan itu harus memutar melintasi jalan alternatif dan jaraknya cukup jauh. Misalnya masyarakat memutar lewat jalan Sasitamean-Kateri atau Sasitamean-Talimetan. Dan itu membutuhkan waktu Empat sampai Lima jam. **(Adi Kapitan)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












