Ia mengucapkan terima kasih kepada Dinas Dukcapil atas sosialisasi pemilih pemula serta RSUPP Betun yang menyediakan data kematian untuk menghapus data pemilih tak aktif. “Atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, rapat pleno ini secara resmi kami buka,” ujarnya.
Pada kesempatan, Divisi Teknis Penyelenggaraan Kristoforus A. Kali membacakan hasil rekapitulasi (data terlampir)mencuatkan isu akurasi. Perwakilan Bawaslu mempertanyakan sumber data TMS (499 kasus) dan pemilih baru (TW-III 100, TW-IV 131; turunan TW-IV 499, pemilih baru TW-III 2573).
“TMS 499 dari data RS 46 orang, Bawaslu 44 orang, sisanya 409 dari turunan dan coklit Pemilu RI. Sisa TMS 599 butuh penelusuran cepat dari TW-III dan IV,” tegas Kristoforus Kali.
Sementara dari pihak Bawaslu, Hilarius Bria Suri, Menyoroti dua sumber data TMS (Tidak Memenuhi Syarat) dan pemilih baru, dengan TMS TW-III 100, TW-IV 131, serta tambahan 499 selama proses. Sumber TMS 499 meliputi data kematian RS 46 orang, Bawaslu 44 orang, dan turunan/Coklit Pemilu RI 409 orang. Pihak Bawaslu mendesak verifikasi akurasi dan penyelesaian sisa TMS 599.
Selain itu perwakilan Partai PPP meminta data di-update dan dibagikan ke partai peserta pemilu untuk verifikasi bersama, serta libatkan pendidik dalam pembaruan data pemilih pemula.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












