“Setuju untuk mendorong, karena dasar pertimbangannya, Kabupaten Malaka dan Kota Betun saat ini sangat sepih dan belum ada ikon yang menggambarkan warna kota,” tandas Petrus. Rabu, (12/2/25).
Dengan demikian, PUJASERA dapat menjadi landmark baru yang menarik perhatian wisatawan dan masyarakat umum. “Lapak-lapak yang ada saat ini dibangun dan dibuka secara mandiri oleh pelaku UMKM atau ekonomi kreatif terlihat kumuh. Pujasera diharapkan sebagai sentra kuliner tradisional dan kekinian juga sebagai pusat hiburan masyarakat Malaka,” ungkap Petrus.
Dia menginginkan adanya penataan lingkungan dan fasilitas yang menunjang kenyamanan, seperti tempat duduk yang layak, aksesibilitas yang baik, serta kebersihan yang terjaga agar pengunjung merasa betah.
Setelah dibangun oleh pemerintah, diharapkan sebagai giat untuk peningkatan PAD Kabupaten Malaka sebagai ukuran kemandirian Daerah, maka diharapkan kepada pemerintah untuk segera menyusun regulasinya dan melakukan desain pembangunan fisiknya.
Dengan langkah ini, PUJASERA bisa menjadi model pengembangan ekonomi berkelanjutan serta mendorong inovasi baru, membantu masyarakat untuk beradaptasi dengan perubahan pasar dan tuntutan konsumen.
“Sebuah kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku UMKM akan sangat diperlukan untuk mencapai visi bersama dalam menjadikan PUJASERA sebagai pusat kebangkitan ekonomi dan budaya di Kabupaten Malaka,” tutupnya**(Ferdy Bria)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












