Sementara itu, Kalak BPBD Malaka, Gabriel Seran perlu dicopot, karena pekerjaan pembangunan rumah bantuan bencana Seroja. Pencopotan itu dilakukan sesuai tuntutan aksi demo para mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Malaka (GEMMA) Kefamenanu yang dilaksanakan di Kota Betun, Kantor DPRD dan Kantor Bupati Malaka, Selasa (18/10/22).
Sesuai tuntutan mahasiswa, Gabriel dicopot karena kualitas bangunan rumah bantuan Seroja, adanya indikasi KKN dan dugaan keterlibatan pihak ketiga dalam pekerjaan bangunan yang diproyekan tersebut. Padahal, uang sebesar Rp 57 miliar itu disalurkan kepada penerima melalui rekening bantuan sesuai kategori rusak ringan, sedang dan berat.(***/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












