Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  

Hari Pendidikan Nasional di Antara Dialektika dan Etika Rapu

Oleh: Jose Da Conceicao Verdial,M.Pd. Dosen PBSI Universitas Timor

Rekonstruksi Kesadaran dan Komitmen Etik

HPN semestinya tidak hanya menjadi pengingat akan sejarah perjuangan Ki Hajar Dewantara, tetapi juga sebagai pemantik untuk membangun ulang pendidikan dengan kesadaran dialektis dan etis. Reformasi pendidikan tidak cukup hanya pada tataran kebijakan dan struktur, tetapi juga membutuhkan reformasi kesadaran: bahwa pendidikan adalah proses pembentukan manusia, bukan sekadar produksi tenaga kerja atau angka statistik. Negara, pendidik, dan masyarakat harus bersatu dalam menegakkan kembali etika dalam pendidikan. Pendidikan yang bermartabat hanya bisa terwujud bila etika ditegakkan, dan dialektika antara idealisme dan realitas dijembatani oleh keberanian untuk berubah secara nyata.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Daftar Rujukan

• Tilaar, H.A.R. (2004). Membangun Pendidikan Nasional yang Relevan dan Bermutu. Jakarta: Rineka Cipta.

• Nugroho, R. (2012). Pendidikan dan Kekuasaan: Membongkar Ideologi Pendidikan Negara. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

• Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

• UNICEF Indonesia. (2022). Education Annual Report. Retrieved from https://www.unicef.org/indonesia

• Kemendikbudristek. (2021). Profil Pendidikan Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung