Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  

Hari Pendidikan Nasional di Antara Dialektika dan Etika Rapu

Oleh: Jose Da Conceicao Verdial,M.Pd. Dosen PBSI Universitas Timor

Etika yang Rapuh: Realitas Moral dalam Dunia Pendidikan

Etika menjadi fondasi yang tak kalah penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Sayangnya, etika ini semakin rapuh. Kita melihat kasus-kasus kecurangan dalam ujian, manipulasi data penerimaan siswa, kekerasan di sekolah, hingga korupsi dana pendidikan. Kejadian-kejadian tersebut mencerminkan bagaimana nilai-nilai pendidikan yang luhur—seperti kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan—semakin tergerus oleh kepentingan praktis dan struktural.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Merujuk pada pendapat Tilaar (2004), pendidikan seharusnya menjadi alat pembebasan manusia dari ketidakadilan sosial dan keterbelakangan budaya. Namun, ketika etika tidak dijunjung tinggi oleh para aktor pendidikan (guru, kepala sekolah, pejabat pendidikan, hingga orang tua), maka pendidikan justru dapat menjadi alat reproduksi ketimpangan dan kepalsuan.

Generasi dalam Tekanan: Hasil Sistem yang Tidak Manusiawi

Sistem pendidikan yang terlalu berorientasi pada capaian akademik dan peringkat menciptakan tekanan psikis yang tinggi pada peserta didik. Generasi muda tumbuh dalam iklim kompetisi yang tidak sehat, di mana nilai dan ranking lebih diprioritaskan ketimbang proses belajar yang bermakna. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menciptakan individu-individu yang unggul secara kognitif, tetapi kering secara afektif dan etis.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung