“Saya mewakili partai perindo pada sore hari ini saya katakan gagal total periode ini soal pertanian. Sebut beras nona malaka sangat menyedihkan sekali. Kasihan masyarakat malaka bisa ditipu dengan warna karung. Tulisan di karung “Nona Malaka” tapi isi berasnya datang dari luar negeri,” ungkapnya seraya meminta masyarakat untuk tidak dianggap sebagai “boneka”.
“Jangan jadikan kami boneka. Jangan! Kami bukan boneka, kami bodoh tapi tidak jadi boneka untuk orang lain,” pungkasnya.
Dari segi kesehatan, Goris mengungkapkan bahwa program kesehatan gratis yang diusung oleh pemimpin SNKT tidak berjalan baik. Selama kepemimpinan sebelumnya oleh SBS, layanan kesehatan dinilai lebih baik dan lebih mudah diakses. Namun, saat ini, situasi di rumah sakit mencerminkan sebuah krisis dengan kurangnya dokter dan layanan yang tidak memadai, bahkan sampai menyulitkan pasien dalam proses persalinan.
“Saya mau katakan bahwa beda jauh sekali dengan kepemimpinan SN dan kepemimpinan bapak SBS di bidang kesehatan. Di kepemimpinan SN, kesehatan sangat parah. Saat ini dokter tidak ada. Saya pernah melihat salah satu pasien melahirkan di RSUPP Betun, sampai tengah malam tidak ada yang melayani karena dokter tidak ada. Akhirnya ibu itu melahirkan anak prematur,” ungkap Goris
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












