Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

EM Jadi Korban Kekerasan Hebat, Keluarga Sebut Toni Wangga Tak Punya Nurani

Reporter : Ferdy BriaEditor: FB

“Kami akan melanjutkan kasus ini ke jalur hukum karena tindakan yang dilakukan Toni Wangga sudah sangat keterlaluan,” ungkap perwakilan keluarga EM.

Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilang, saat dikonfirmasi via WhatsApp pada Minggu (15/3), menegaskan komitmennya terhadap penanganan kasus ini. “Proses akan berjalan sesuai prosedur yang ada. Saya jamin kasus ini tidak ada pembiaran,” tegasnya.

la menjelaskan bahwa korban baru memberikan keterangan lengkap pada Sabtu (14/3), sementara informasi dari Kasat Reserse masih menunggu hasil visum medis dari rumah sakit. “Kasus ini kini sedang dalam tahap penyelidikan lebih lanjut” imbuhnya.

Untuk diketahui, kekerasan yang dialami EM hingga dilaporkan ke Satreskrim Polres Malaka berawal dari hal sepele namun berakibat fatal. Pada tanggal 14 Februari, pelaku menyuruh EM untuk minum ramuan kunyit sebagai upaya untuk aborsi alami. Ketika EM merasa pusing setelah makan dan ingin tidur, ia menjawab, ‘Sebentar, baru saya minum!’ Namun, respons singkat itu justru memicu kemarahan Toni Wangga.

Baca Juga :  Sambut HUT RI ke-81, Pembukaan Malaka Idol Dihiasi Aksi Donor Darah Bersama RSUPP Betun

“Saat saya menjawab begitu, dia menjadi emosi dan langsung menampar saya dua kali di pipi kiri dan kanan. Kemudian, dia menyeret saya keluar dari dalam kamar dan memukul saya di bagian tengkuk,” ceritanya, menggambarkan kekejaman yang dia alami dalam hidupnya sehari-hari.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung