Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Dilema Pemberhentian Guru Honorer SMPN Satap Biris: Antara Pendidikan dan Politik Praktis

Anderias Seran Nahak menambahkan, ketika mereka menghadap kepala sekolah sesuai dengan arahan justru membawa mereka pada situasi yang lebih rumit.

Anderias menyebutkan bahwa dalam pertemuan tersebut, bukan kepala sekolah yang berbicara, melainkan individu lain yang diduga sebagai tim sukses dari salah satu pasangan calon. Hal ini menambah kekacauan informasi dan petunjuk yang harus diikuti oleh guru-guru honorer tersebut.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

“Yang omong itu bukan kepala sekolah tapi orang lain yang tidak ada hubungannya dengan SMPN Satap Biris. Dia itu katanya tim sukses SN, namanya Manek Vinsen,” lanjut Anderias Seran Nahak.

Anderias Seran Nahak mewakili rekan sejawatnya menyesali tindakan yang dilakukan kepala sekolah yang diduga sengaja menekan mereka untuk kepentingan politik praktis lainnya.

“Yang saya mau tanya, apakah kami guru honorer komite ini dilarang berpolitik praktis? Soalnya kata kepala sekolah, ada larangan dari dinas,” ujar Anderias Seran Nahak.

Dalam konfirmasi terpisah tim media, Jamilatul Fajar membatah adanya pemberhentian para guru honorer komite. Dirinya mengklarifikasi bahwa belum ada pemberhentian resmi karena belum diterbitkannya Surat Keputusan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malaka.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung