BIDIKNUSATENGGARA.COM || Jamilatul Fajar, kepala sekolah SMPN Satap Biris, membuat keputusan mengejutkan dengan mengistirahatkan beberapa guru honorer komite. Keputusan ini diumumkan langsung melalui WhatsApp group sekolah, menimbulkan beragam reaksi dari beberapa guru karena cara penyampaiannya yang dinilai kurang tepat
Alasan utama di balik pemberhentian sementara ini, menurut sang kepala sekolah, adalah dugaan keterlibatan guru-guru tersebut dalam politik praktis, yakni mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati tertentu. Hal ini merupakan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, meskipun belum ada surat keputusan resmi dari dinas terkait.
Anderias Seran Nahak, salah satu guru yang terkena dampak, menganggap pemberhentian mereka sangat tidak masuk akal dengan alasan yang diberikan. “Kami dituduh terlibat politik praktis,” ungkap Anderias Seran Nahak kepada tim media, Rabu (17/7/2024).
Ia mengungkapkan bahwa ada indikasi tekanan untuk mendukung pasangan calon tertentu sebagai syarat untuk tetap mengajar.
“Tapi setelah itu kami disuruh menghadap kepala sekolah di rumahnya. Namun sayangnya, di sana kami diarahkan untuk mendukung paslon tertentu agar kami tetap jadi guru dan ikut seleksi PPPK,” bebernya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












