Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Diduga Aparat Keamanan Lakukan Aksi Kekerasan Terhadap Warga Poco Leok Yang Tolak Eksploitasi Geothermal

Kondisi mencekam, aksi penolakan proyek geothermal yang terus mendapat penolakan dari warga setempat. (DOK/Warga Poco Leok)

Sekitar 10 menit perjalanan, rombongan geothermal tiba di posko pemantauan. kehadiran mereka langsung disambut oleh aksi protes dari warga-warga yang sudah menyatakan penolakan. Di lokasi posko pemantauan, situasi menjadi kian menegangkan. Warga tetap bersikeras menyatakan penolakan dan berupaya untuk menghadang kehadiran rombongan geothermal.
Mereka membentuk barisan pagar hidup sambil meneriakkan yel-yel penolakan geothermal di Pocoleok. Kemudian, beberapa rombongan dari aparat keamanan berdatangan dan segera menguasai tempat itu.
Mereka kemudian berdesak-desakan dengan warga yang sedang mempertahankan tanah ulayatnya.

Baca Juga :  Benarkah Malaka Akan Punya 30 Kursi DPRD? Ini Jawaban KPU

Ketika pertahanan warga begitu kuat dan solid, aparat keamanan diduga mulai melakukan tindakan anarkis. Mereka mendorong barisan warga, yang terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak muda. Warga-warga yang didorong paksa mulai terjatuh dan terkapar. Beberapa juga terlempar dan jatuh ke semak-semak. Beberapa terluka, beberapa juga terjepit di tengah paksaan himpitan dari aparat yang sengaja mengepung dan berdesak-desakan dengan warga.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung