
Sekitar 10 menit perjalanan, rombongan geothermal tiba di posko pemantauan. kehadiran mereka langsung disambut oleh aksi protes dari warga-warga yang sudah menyatakan penolakan. Di lokasi posko pemantauan, situasi menjadi kian menegangkan. Warga tetap bersikeras menyatakan penolakan dan berupaya untuk menghadang kehadiran rombongan geothermal.
Mereka membentuk barisan pagar hidup sambil meneriakkan yel-yel penolakan geothermal di Pocoleok. Kemudian, beberapa rombongan dari aparat keamanan berdatangan dan segera menguasai tempat itu.
Mereka kemudian berdesak-desakan dengan warga yang sedang mempertahankan tanah ulayatnya.
Ketika pertahanan warga begitu kuat dan solid, aparat keamanan diduga mulai melakukan tindakan anarkis. Mereka mendorong barisan warga, yang terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak muda. Warga-warga yang didorong paksa mulai terjatuh dan terkapar. Beberapa juga terlempar dan jatuh ke semak-semak. Beberapa terluka, beberapa juga terjepit di tengah paksaan himpitan dari aparat yang sengaja mengepung dan berdesak-desakan dengan warga.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












