Poin ketiga, rumah sakit harus menjadi Taman Plus karena menjadi tempat berkumpulnya keluarga, pengunjung, dan orang-orang yang datang menjenguk.
“Rumah sakit itu menjadi Taman Plus karena di rumah sakit itu tempat orang berkumpul. Karena ada sanak saudara yang masuk rumah sakit, maka orang sering mengunjungi, dan disinilah tempat orang berkumpul. Makanya harus ada taman, ada tempat untuk orang bisa duduk,” ujarnya.
Bupati Stefanus mengingatkan bahwa menurut ilmu keamanan, berkumpulnya banyak orang berpotensi menimbulkan keributan, terutama ketika keluarga datang dalam kondisi panik.
“Menurut ilmu keamanan, kalau banyak orang berkumpul, biasanya terjadi keributan. Kadang datang dengan kepanikan kalau ada keluarganya sakit,” katanya.
Karena hal itu, ia meminta direktur RSUPP Betun untuk memastikan rumah sakit memiliki tenaga kesehatan yang tangguh dan sabar, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Makanya saya ada kasih tahu ibu Direktur supaya di IGD itu harus dipasang dokter-dokter, bidan-bidan, perawat-perawat, dan tenaga kesehatan yang tahan banting dan tidak mudah emosi. Karena ada keluarga yang datang membawa pasien di IGD penuh kepanikan,” tutup Stefanus.
Peresmian Poliklinik RSUPP Betun ini diharapkan menjadi pemicu peningkatan mutu layanan kesehatan di Kabupaten Malaka, khususnya dalam hal pelayanan, gizi, kenyamanan, dan ketahanan tim medis dalam menghadapi kondisi darurat.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












