Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bupati Stefanus Tegaskan RSUPP Betun Harus Jadi Hotel Plus, Restoran Plus dan Taman Plus

Reporter : Ferdy BriaEditor: FB

Pada poin kedua, Bupati Stefanus menyebut rumah sakit perlu berfungsi seperti Restoran Plus karena pasien yang dirawat membutuhkan asupan makan yang tepat. Namun, ia menegaskan bahwa makanan pasien tidak bisa sama dengan menu restoran umum. Makanan harus disesuaikan dengan kondisi penyakit, pantangan, dan takaran gizi masing-masing, sekaligus disajikan dengan tampilan yang membangkitkan selera makan pasien.

Baca Juga :  Di SPBU Malaka, Ikan Dulu Baru Dapat Solar

“Orang menginap pasti makan, makanya harus disiapkan makanan, dan makanannya tidak sembarangan. Kalau di restoran disiapkan menunya, sedang di rumah sakit tidak seperti itu, karena menunya khusus untuk orang sakit,” paparnya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Menurutnya, ketentuan pangan pasien harus disusun berdasarkan kondisi penyakit, larangan makan, dan takaran yang sesuai. “Ada yang tidak boleh dimakan, ada yang takarannya tertentu. Tapi wadahnya harus membuat orang punya selera makan, karena orang yang sakit biasanya tidak punya selera makan. Makanya harus ada ahli restoran di rumah sakit,” ucapnya.

Baca Juga :  RSUPP Betun Disurvei DLH NTT, Ini Tujuannya

Ia juga menyinggung bahwa banyak pihak di bidang kepegawaian masih salah memahami kebutuhan tenaga ahli dalam pengelolaan gizi dan layanan gizi di rumah sakit.

“Kadang di kepegawaian itu tidak paham. Kalau direktur mengusulkan supaya ada ahli restoran, dibilang, ‘loh, rumah sakit kok perlu ahli restoran, seperti warung saja.’ Ini yang bahayanya di sini,” tegasnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung