TIMORMEDIA.COM – Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS), melontarkan kritik tajam terhadap kondisi sosial di Kabupaten Malaka yang dinilainya tidak sebanding dengan potensi alam yang dimiliki daerah tersebut.
Dalam sambutannya pada acara Pengukuhan Tim Penggerak PKK dan Dekranasda di Pantai Cemara Abudenok, Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, Jumat, 16/5/2025.
SBS menyoroti fenomena kemiskinan dan kelaparan di Kabupaten Malaka yang tanahnya sangat subur.
“Saya prihatin sekali lihat daerah ini. Daerah ini subur sekali, musim hujan delapan bulan. Jadi kalau sampai rakyat tidak ada makanan, pemimpinnya bodoh sekali. Kita semua di Kabupaten Malaka ini bodoh,” tegas SBS di hadapan masyarakat dan jajaran pemerintahan yang hadir.
SBS menilai, tidak seharusnya masyarakat hidup dalam kesulitan di wilayah dengan potensi tanah yang subur seperti Malaka. Ia menekankan pentingnya solidaritas antar pemimpin dan elemen masyarakat untuk fokus pada pelayanan publik dan kesejahteraan rakyat.
“Menyedihkan sekali di daerah yang subur ini, rakyat masih susah. Tidak boleh ada sekat-sekat dalam urusan rakyat. Jangan ada pihak yang memprovokasi pemimpin agar tidak bisa bekerja,” lanjutnya.
Dalam pernyataannya, SBS juga menyentil pihak-pihak yang dinilai mencoba mengganggu stabilitas pemerintahan dengan aksi-aksi demo yang dianggap tidak konstruktif.
“Saya heran, baru dua bulan kami dilantik sudah didemo terus. Ada apa? Empat tahun ke mana saja? Dulu banyak kepincangan, tapi saya tidak pernah buat pernyataan yang menyerang pemerintah setelah saya berenti,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sebagai bupati perdana, dirinya tetap memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ketenangan dan tidak mengganggu pemerintahan yang sedang berjalan.
“Setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada orangnya. Kita harus saling menghargai,” pungkasnya.
SBS juga memberikan peringatan keras kepada oknum yang suka mengadu domba dan menciptakan konflik horizontal di tingkat kepemimpinan daerah.
“Orang-orang yang mewarisi sifat penjajah, yang suka mengadu domba agar pemimpin tidak bisa kerja, tidak boleh dibiarkan. Jangan mimpi masuk surga kalau masih suka begitu,” tegasnya lagi.
Pernyataan Bupati SBS ini menjadi peringatan sekaligus ajakan bagi seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Malaka untuk bersatu dan fokus bekerja demi kesejahteraan rakyat.
Di tengah potensi besar yang dimiliki Malaka, ia menilai kesatuan, kerja nyata, dan ketulusan dalam melayani rakyat adalah kunci utama untuk keluar dari persoalan kemiskinan dan ketimpangan sosial.*
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












