Mengenai peristiwa malam itu, Ima mengakui bahwa Dedy memang berada di dalam rumahnya. Namun, ia menjelaskan konteks sebenarnya. Ia menceritakan bahwa saat itu sekelompok orang yang diduga adalah keluarga Yuni mendatangi tempatnya. Sebagai seorang wanita, ia merasa khawatir akan keselamatan Dedy dan membiarkannya berada di dalam rumah agar terhindar dari kemungkinan buruk.
“Saya akui malam itu kami bersama, tapi itu murni untuk membicarakan urusan pekerjaan. Kebetulan Dedy sedang mengerjakan pembangunan untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ia meminta tolong agar saya bisa menghubungi kenalan sopir pengangkut pasir untuk kebutuhan proyeknya,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Dedy memang tinggal di kos yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya, namun kedekatan tempat tinggal tersebut tidak berarti ada hubungan khusus di antara mereka.
Melalui klarifikasi ini, Ima berharap dapat menghentikan penyebaran informasi yang keliru dan meredam omongan yang berkembang di masyarakat maupun dunia maya. Ia kembali menegaskan bahwa hubungannya dengan Dedy hanyalah sebatas kenalan biasa.
“Saya meminta masyarakat tidak mudah percaya begitu saja pada kabar yang belum jelas kebenarannya. Saya sama sekali tidak melakukan hal yang dituduhkan. Fokus saya hanya pada pekerjaan dan mengurus rumah tangga,” tegasnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












