Lanjut Ida, membudidaya ikan di Desa Taaba memang penuh tantangan karena daerah tidak punya air. Namun, sebagai kepala desa, ia memberanikan diri untuk mengembangkan ikan walaupun harus membeli air tangki untuk mengisi di kolam.
“Pertama, saya bersyukur karena usaha ikan yang kami lakukan berhasil. Padahal, daerah ini tidak ada air. Kedua, saya juga bangga karena di daerah tidak ada air tapi kami bisa buat kolam ikan”, tuturnya sembari tersenyum.
Menurut Ida Nahak, budidaya ikan air tawar ini sebagai upaya kongkret dari Pemerintah Desa Taaba untuk memenuhi kebutuhan nutrisi hewani dan nabati bagi masyarakat, terutama ibu hamil dan bayi balita agar bisa mencegah stunting. Pasalnya, penanganan stunting merupakan program nasional yang wajib dilaksanakan pemerintah sampai di tingkat desa.
Dalam melaksanakan program prioritas tersebut, kata Ida Nahak, pemerintah sudah memberikan cara atau metode penanganannya antara lain, pemenuhan nutrisi di masa kehamilan, pemberian ASI ekslusif, akses air bersih, menjaga kebersihan lingkungan, memantau perkembangan anak secara berkala melalui posyandu serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Menurut Ida, beberapa metode tersebut selalu dilaksanakan oleh pemerintah desa setiap tahunnya. Tahun ini, pemerintah desa menambah lagi satu cara penanganannya yakni memberi makanan penambah ASI yaitu lewat pemberian bantuan ikan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












