BIDIKNUSATENGGARA.ID | Setelah menerbitkan Ensiklopedia Manggarai yang berjumlah 10 jilid, langkah selanjutnya adalah menerapkan materi yang ada dalam ensiklopedia ini ke dalam kehidupan orang Manggarai, terutama untuk generasi mendatang. Hal ini diungkapkan oleh Penulis Buku Pendidikan Muatan Lokal Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat, Saverius Dagun, kepada media ini pada Senin, (11/8/25).
Dagun menjelaskan bahwa hampir seluruh warga Manggarai, terutama yang mencintai budaya, terus-menerus membahas kearifan lokal. Diskusi ini tidak terbatas pada seminar dan warung kopi, tetapi menjadi pembicaraan yang tak henti-hentinya mengenai jati diri orang Manggarai. Lebih hebat lagi, terdapat banyak literasi dalam bentuk tulisan singkat, skripsi, tesis, hingga disertasi yang telah tersebar di mana-mana.
Tentu kita mengapresiasi upaya ini. Namun, Dagun melanjutkan, pertanyaannya adalah apakah usaha untuk melestarikan dan merawat budaya warisan leluhur hanya sebatas wacana, diskusi, debat, dan teori.
“Jika kita hanya terus berbicara dan berdiskusi serta membuat literasi tentang kearifan lokal Manggarai, maka setelah itu, bahan perbincangan kita akan ‘menguap’ pergi bersama angin ‘gone with the wind,’” jelasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












