bidiknusatenggara.com-Diam bukan berarti aku kalah. Saat aku diam, aku sedang memulihkan energi yang atas kelelahan batin dan pikiran atas perlakuanmu pada ketidakadilan dalam profesiku.
Berdiam diri sambil merenungkan dan merefleksikan atas apa yang terjadi terhadap sahabatku yang mengalami ketidakadilan atas apa yang dilakukan oleh penguasa yang angkuh di daerahku.
Engkau sudah merendahkan profesiku dimata hukum dan publik. Engkau sudah memilih jalan untuk berkonflik dengan kebenaran dari mulutmu yang engkau sampaikan walaupun itu bukan kewenanganmu.
Engkau sudah melecehkan atasanmu. Engkau lakukan itu dengan sadar dan memahami regulasi yang engkau baca, tapi dengan tak tahu malu, engkau ingin melengserkan pemimpinmu yang sudah mengatur dalam profesimu.
Engkau ingin mengambilalih kekuasaan dari pemimpinmu.
Engkau sudah merendahkan pemimpinmu dengan lancang menawarkan sesuatu yang bukan asetmu.
Engkau sesungguhnya tidak hanya merendahkan atasanmu, tetapi juga merendahkan pemimpin kami. Merendahkan pemimpin yang telah dipilih melalui sistem demokrasi.
Sesungguhnya juga rakyat tersinggung dan marah dengan sikapmu. Engkau digaji dari pajak rakyat. Aset yang kau tawarkan itu adalah aset pemberian cuma-cuma dari rakyat yang kau urus.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












