Engkau sudah merendahkan sahabat seprofesiku dimata keluarganya, tempat ia bekerja dan publik.
“Aku Belum Kalah”. Saya memegang bahasa seorang pejuang dari Russia dengan menegaskan “Aku Belum Selesai”. Engkau sudah menganggap bahwa saya dan sahabat seprofesiku kalah. Saya dan sahabatku menjawab ” Kami Belum Kalah. Dan tak akan kalah membela dan menegakkan kebenaran yang kami pegang. Kami berdiri diatas kebenaran yang keluar dari bau mulutmu karena kerakusanmu.
Ingat “Kami Belum Kalah.” “Kami Belum Kalah.” “Kami Belum Kalah.” Kami ini pejuang kebenaran diatas bumi. Engkau boleh meminta hapus unggahan di sosial media. Tapi Engkau tak bisa menghapus dalam ingatan dan memori hati dan pikiran kami.
Kami melawan dengan kerendahan hati bukan rendah diri. Sejengkal diri kami takkan kami lepas. Kami memegang kebenaran faktual. Kami memegang bukti percakapanmu sebagai pejabat publik, walaupun itu bukan kewenanganmu untuk menyampaikan itu ke pejabat lebih tinggi. Engkau diduga sudah melanggar kode etik Aparatur Sipil Negara.
Engkau tidak bisa membedakan jabatan birokrasi dengan hubungan keluarga dengan pemimpin daerahmu. Engkau mengganggap diri bahwa kekuasaan pemimpin daerahmu yang sedang berkuasa juga adalah milikmu.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












