Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Aku Belum Kalah

Oleh Markus Makur, Anggota Forum Jurnalis Flores-Lembata (FJF-L) NTT

Engkau sudah merendahkan sahabat seprofesiku dimata keluarganya, tempat ia bekerja dan publik.

“Aku Belum Kalah”. Saya memegang bahasa seorang pejuang dari Russia dengan menegaskan “Aku Belum Selesai”. Engkau sudah menganggap bahwa saya dan sahabat seprofesiku kalah. Saya dan sahabatku menjawab ” Kami Belum Kalah. Dan tak akan kalah membela dan menegakkan kebenaran yang kami pegang. Kami berdiri diatas kebenaran yang keluar dari bau mulutmu karena kerakusanmu.

Ingat “Kami Belum Kalah.” “Kami Belum Kalah.” “Kami Belum Kalah.” Kami ini pejuang kebenaran diatas bumi. Engkau boleh meminta hapus unggahan di sosial media. Tapi Engkau tak bisa menghapus dalam ingatan dan memori hati dan pikiran kami.

Kami melawan dengan kerendahan hati bukan rendah diri. Sejengkal diri kami takkan kami lepas. Kami memegang kebenaran faktual. Kami memegang bukti percakapanmu sebagai pejabat publik, walaupun itu bukan kewenanganmu untuk menyampaikan itu ke pejabat lebih tinggi. Engkau diduga sudah melanggar kode etik Aparatur Sipil Negara.

Baca Juga :  Perkuat Akurasi Data, Pemkab Malaka Bekali 432 PPPK Paruh Waktu untuk Pendataan Lapangan

Engkau tidak bisa membedakan jabatan birokrasi dengan hubungan keluarga dengan pemimpin daerahmu. Engkau mengganggap diri bahwa kekuasaan pemimpin daerahmu yang sedang berkuasa juga adalah milikmu.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung