BIDIKNUSATENGGARA.id | Sebanyak 27 siswa SDK Kabukalaran, Desa Lakulo, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (10/9/26). Insiden ini mendorong pihak sekolah untuk meminta pihak penyelenggara program lebih ketat dalam menjamin keamanan pangan sebelum makanan disalurkan kepada para peserta didik.
Kepala SDK Kabukalaran, Antonius Nahak Tahu, meminta pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk lebih serius, teliti, dan profesional dalam memastikan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) aman sebelum dibagikan kepada para siswa.
Permintaan itu disampaikan langsung setelah insiden tersebut menimpa murid-muridnya, dan menjadi perhatian serius bagi seluruh warga sekolah. Antonius menegaskan, aspek keamanan pangan harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program pemerintah tersebut.
“Keamanan makanan harus menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program MBG. Makanan yang diberikan kepada anak-anak sekolah tidak hanya harus memenuhi unsur gizi, tetapi juga wajib dipastikan kebersihan, kualitas bahan, proses pengolahan, hingga kelayakannya sebelum dikonsumsi,” ujarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












