Ia berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi pihak terkait agar tidak terulang kembali. Sebab, program MBG bertujuan memberikan asupan makanan bergizi bagi anak-anak, sehingga aspek keamanan pangan tidak boleh diabaikan.
Dalam pernyataannya, Antonius juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan MBG meningkatkan pengawasan dan bekerja secara profesional.
“Yang paling utama adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak. Makanan yang dibagikan harus benar-benar dipastikan aman untuk dikonsumsi,” pesannya.
Pihak sekolah berharap insiden ini tidak sekadar menjadi catatan kejadian, melainkan menjadi titik balik penguatan pengawasan menyeluruh terhadap program MBG di Kabupaten Malaka, sehingga ke depannya para siswa dapat menerima makanan bergizi dengan rasa aman dan tanpa ada kekhawatiran.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Umalawain maupun Dinas terkait mengenai penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa tersebut. Pihak sekolah dan orang tua murid berharap ada penjelasan serta langkah perbaikan segera dilakukan agar kejadian serupa tidak menimpa anak-anak lain di Kabupaten Malaka.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












