TIMORMEDIA.COM – Suasana penuh kehangatan mewarnai kunjungan Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ny. Asty Laka Lena, di Desa Tniumanu, Kecamatan Laenmanen, Jumat (5/12/2025).
Dalam momen yang tak terduga, Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), ikut menari Likurai bersama masyarakat, membuat warga larut dalam kegembiraan.
Kedatangan rombongan TP PKK disambut para tua adat Laenmanen melalui ritus penyambutan tradisional. Prosesi berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada tamu yang dianggap membawa kebaikan bagi masyarakat.
Usai prosesi, rombongan diarak menuju lokasi kegiatan dengan iringan tarian Likurai, tarian ikonik masyarakat Malaka yang menjadi simbol identitas dan kebanggaan budaya.
Alunan gendang Likurai yang dimainkan penari dari TP PKK Kecamatan Laenmanen memenuhi halaman acara. Irama ritmis membuat warga yang hadir turut bergoyang mengikuti hentakan kaki para penari.
Likurai yang dahulu menjadi tarian penyambutan pahlawan pulang dari medan perang kini menjadi simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat Malaka.
Di tengah arakan penari, perhatian publik tersedot ketika Bupati SBS tiba-tiba maju dan ikut menari Likurai. Tanpa protokoler yang kaku, ia bergabung dalam barisan penari hingga tiba di tenda upacara.
Aksi spontan itu disambut sorak-sorai warga. Banyak yang mengabadikan momen tersebut, sementara yang lain menunjukkan rasa bangga akan kedekatan pemimpin mereka.
“Warga sangat senang dan terhibur. Bupati SBS mau turun langsung menari bersama masyarakat, itu membuat suasana semakin hangat,” ujar Camat Laenmanen, Ferdy Maan.
Menurut Ferdy, Likurai bukan hanya tarian penyambutan, tetapi simbol penghormatan dan kemenangan. Ketika seorang pemimpin ikut menari, ada pesan kuat bahwa pemimpin hadir sebagai bagian dari masyarakat, bukan sekadar pengambil keputusan.
“Tidak ada jarak antara pemimpin dan rakyat. Masyarakat merasa dihargai, dan itu menciptakan energi positif,” ungkapnya.
Bupati SBS dikenal sebagai pemimpin yang selalu tampil sederhana, dekat dengan masyarakat, dan tanpa batasan protokoler.
Kehadirannya dalam tarian ini memperkuat pesan bahwa pembangunan membutuhkan harmoni antara pemerintah dan rakyat.
Banyak warga menilai momen tersebut menjadi modal sosial penting untuk memperkuat dukungan terhadap program prioritas pembangunan Malaka 2025–2030.
Sorak “Provuciat Bupati SBS! Provuciat rakyat Laenmanen!” terdengar berulang-ulang, menggambarkan betapa hangatnya hubungan antara pemimpin dan warganya.
Warga Tniumanu dan Laenmanen pulang dengan senyum yang sama senyum tentang hari ketika pemimpin mereka turun ke tanah, menari, dan menjadi satu dengan rakyatnya.
Dengan momentum ini, masyarakat berharap semangat Likurai simbol persatuan dan kemenangan akan terus mengiringi perjalanan pembangunan Kabupaten Malaka ke depan.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












