Ada pula anggota grup yang menegaskan kepada pendemo Mahasiswa PMKRI, pentingnya memiliki tuntutan yang valid. Ia mengingatkan bahwa jika mengadakan demonstrasi sebaiknya tidak membawa nama PMKRI jika hanya untuk kepentingan pribadi.
“Kalau kalian bawa tuntutan tidak jelas dan Wabup bawa data sanparin kalian di Marga atau kampus tidak ada salah to, emank PMKRI di Jawa kah? Dan satu hal jangan bawa nama PMKRI kalau demo hanya karna kepentingannya kalian saja, kasus puskesmas Weliman, Seroja, Septi Tank kalian kemana?,” tanya @Gamz Bere.
Dia kemudian menyerukan agar memberi kesempatan kepada Bupati dan Wakil Bupati untuk memperbaiki Malaka, dengan berkata, “Kasihan dengan Masyarakat seperti ini, kasihlah kesempatan pada Bupati dan Wakil untuk benahi Malaka saat ini. Masyarakat Malaka sedang membutuhkan uluran tangan dari Kepala Daerah, bukan membutuhkan kalian punya teriakan yang hanya untuk isi perut itu saja,” tambah, @Gamz Bere.
Ia juga menyarankan agar sebaiknya tuntutan ditujukan kepada DPRD yang telah menyetujui peresmian Kantor Bupati yang menjadi bahan demonstrasi Mahasiswa PMKRI.
Sementara itu, salah satu anggota DPRD Provinsi yang juga anggota grup FDM menegaskan, “Salah kamar dimana, jangan asal buat berita. Kampus adalah masyarakat ilmiah yang mengajarkan bicara PAKAI DATA bukan PAKAI KATANYA. Ternyata mata dan mulut adik adik tertutup oleh baunya KAKUS (dugaan korupsi septictank) dan RUMAH SEROJA. Bagaimana semua terlihat dengan jelas ko mereka diam saja,” ungkap, @Agustinus Nahak.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












