Henri Melki Simu menyayangkan ketidakhadiran anggota DPRD lainnya. Ia merasa bahwa partisipasi dalam perayaan semacam ini sangat penting dan mencerminkan sikap nasionalisme. “Saya hadir sebelum upacara mulai dan pulang setelah upacara bendera selesai. Ada yang tulis bilang saya pulang duluan, itu fitnah,” ujarnya.
Saat banyak rumors beredar bahwa Henri Melki pulang lebih awal, ia langsung membantah tuduhan tersebut. Ia menganggap tuduhan itu sebagai fitnah yang tidak berdasar. “Katanya saya tidak nasionalis, tapi apa kabar dengan yang tidak ikut upacara sama sekali?” tanyanya retoris.
Satu perbandingan mencolok datang dari Felix Bere Nahak, yang diketahui tidak hadir dalam upacara Bendera pada tanggal 17 Agustus. Sebagai bakal calon Wakil Bupati Malaka, absensinya menimbulkan pertanyaan tentang komitmennya terhadap tanggung jawab publik.
Zarus Manafe, salah satu tokoh pemuda asal Malaka Tengah, menilai bahwa kritik harusnya lebih difokuskan pada Felix Bere Nahak, yang tidak menunjukkan kepedulian yang sama. “Jangan bangun isu yang aneh-aneh terhadap Henri Melki Simu hadir dalam acara itu,” Kata Zarus penting bagi calon pemimpin untuk menunjukkan contoh yang baik dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












