Damianus menjelaskan, kontraktor pernah menjanjikan kepada warga yang mau mengerjakan sendiri akan ada upahnya. Namun hingga saat ini upah yang dijanjikan kontraktor belum dibayar hingga sekarang.
“Waktu itu kontraktor bilang kalau ada uang jasa bagi yang kerja sendiri. Tapi sampai sekarang uang itu kami tidak pernah lihat. Uang itu mereka (kontraktor-red) bilang per unit 1 juta. Tapi kami tidak terima uang itu,” ungkap Damianus.
Hal senada disampaikan Margaretha Seuk, wanita separuh baya ini mengeluh lantaran rumah klosetnya sudah dikerjakan namun belum dipasang tanki septic. Mirisnya lagi jika tanki septic nya dipasang makan KPM (Margaretha-red) harus bayar biaya tukang senila Rp 1 juta.

“Saya punya juga sama! belum selesai dikerjakan. Selama ini mereka tidak pernah datang. Baru datang kembali sebelum paskah. Mereka datang cor habis kloet mereka bilang kalau mau pasang tanki itu saya harus bayar 1 juta jadi saya suruh mereka pulang. Saya tidak ada uang 1 juta untuk bayar mereka,” ungkap Margaretha.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












