TIMORMEDIA.COM – Tahun 2025 menjadi tahun penuh berkat bagi dunia sepak bola Kabupaten Malaka. Tim PS Malaka dari berbagai kategori usia berhasil menorehkan prestasi gemilang di berbagai ajang, baik tingkat provinsi maupun nasional.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari Pelatih PS Malaka U-15, dr. Dion Bria Seran, Sp.OG. Ia menyebut, tahun ini sebagai “tahun emas PS Malaka” karena semua target telah tercapai.
Hal itu disampaikan dalam sambutannya di rumah jabatan Bupati Malaka di Haitimuk, Minggu (5/10/2025), usai tim U-15 meraih juara 2 Piala Presiden RI 2025 di Surabaya.
“Tahun ini sungguh berkat luar biasa buat PS Malaka. Semua target terpenuhi. ETMC 2024 lolos grup, Piala Soeratin U-13 target juara terpenuhi, U-15 target semifinal terpenuhi, Menpora target juara terpenuhi, dan U-17 targetnya semifinal terpenuhi. Jadi ini tahunnya PS Malaka,” ujar dr. Dion disambut tepuk tangan para pendukung.
Dr. Dion juga menyampaikan harapan agar Ketua PSSI Kabupaten Malaka, Adrianus Bria Seran, SH, terus bekerja sama dengan Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS) untuk terus melanjutkan pembinaan sepak bola berkelanjutan di Kabupaten Malaka.
“Saya berharap Ketua PSSI, Bupati, dan Wakil Bupati tetap kompak agar PS Malaka bisa kembali berprestasi di Eltari Memorial Cup nanti,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan PS Malaka tahun ini menjadi motivasi besar bagi orang tua, guru, dan kepala sekolah untuk terus mendukung anak-anak berprestasi, baik di bidang akademik maupun olahraga.
“Kalau anak-anak kita berprestasi, kita semua ikut bangga dan mendapat penghargaan,” tambahnya.
Pelatih yang juga seorang dokter spesialis kandungan ini memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malaka yang telah mengakomodir keikutsertaan para orang tua pemain selama turnamen berlangsung.
“Kami tidak susah lagi urus yang namanya homesick. Pemain di Indonesia banyak yang gagal karena rindu keluarga. Tapi di PS Malaka luar biasa, orang tua ikut mendampingi, motivasi anak-anak jadi lebih besar,” jelasnya.
Ia bahkan mencontohkan kisah pemain nasional Boas Salossa yang pernah menolak tawaran bermain di Portugal karena alasan keluarga.
“Senangnya saya di PS Malaka, karena saat main di luar, bapak dan mama ikut. Jadi tidak ada urusan rindu keluarga. Ini motivasi besar bagi pemain,” ujarnya.
Selain itu, dr. Dion juga mengajak para kepala sekolah dan guru untuk memberikan dukungan bagi anak-anak yang memiliki bakat di bidang olahraga.
“Prestasi tidak hanya datang dari nilai akademik. Bakat seperti sepak bola juga membanggakan daerah,” tegasnya.
Ia menutup sambutan dengan cerita pribadi bahwa sejak kecil dirinya bercita-cita menjadi pemain bola, namun akhirnya menjadi dokter spesialis.
“Saya tetap berjuang. Sekarang saya bisa melatih anak-anak bermain di Stadion Gelora 10 November. Itu kebanggaan luar biasa,” pungkasnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












