BIDIKNUSATENGGARA.id | Keberhasilan Program Balik Tanah Gratis di Kabupaten Malaka, yang telah mencapai realisasi impresif hingga 2.805,58 hektare atau 93,52 persen dari target 3.000 hektare per pertengahan Desember 2025, tidak boleh berhenti pada tahap pengolahan lahan semata.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Malaka, Ronaldo Asury, menegaskan urgensi pendampingan berkelanjutan agar lahan kering yang diolah gratis menggunakan traktor roda empat (TR-4) milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) benar-benar menjadi produktif, mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional.
Menurut Ronaldo, pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS) harus memastikan ketersediaan bibit unggulan, pupuk NPK, serta pengawasan intensif dari tingkat desa hingga dinas teknis.
“Setelah tanah dibalik, pemerintah harus menyiapkan bibit, pupuk, dan pengawasan dari tingkat desa. Jangan sampai lahan yang sudah diolah dibiarkan begitu saja,” tegas Ronaldo saat ditemui awak media.
Program ini, yang diluncurkan sejak 28 Agustus 2025 dan menjangkau 12 kecamatan seperti Malaka Timur, Kobalima Timur, Io Kufeu, dan Wewiku, telah menyalurkan bantuan benih hingga 10.000 kilogram serta pupuk 75.000 kilogram APBD II kepada ribuan petani di 68 desa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












