Ronaldo juga mengingatkan petani agar tidak menyia-nyiakan investasi besar ini, di mana setiap hektare lahan diolah gratis merupakan modal bagi swasembada pangan Malaka sebagai wilayah perbatasan NKRI-RDTL.
Ia berharap DPKP Malaka, dipimpin Pelaksana Harian Laurens Bere, menyusun pola pendampingan terintegrasi: mulai distribusi sarana produksi, pelatihan pola tanam modern seperti hortikultura pendukung Makan Bergizi Gratis, hingga monitoring panen dan pascapanen oleh penyuluh desa.
“Program balik tanah ini sudah sangat baik. Tinggal bagaimana kita optimalkan pengelolaannya ke depan agar benar-benar meningkatkan kesejahteraan petani,” tutup Ronaldo, yang juga memantau langsung program ini di berbagai lokasi.
Program inisiatif SBS-HMS ini tidak hanya meringankan beban petani menghadapi musim tanam I 2025/2026, tapi juga selaras dengan target Malaka sebagai lumbung pangan nasional melalui Optimasi Lahan (Opla) dan bantuan 25 unit traktor baru dari Kementan.
Capaian hingga 800 hektare awal bahkan telah mendorong petani lebih produktif, seperti di Desa Weoe Kecamatan Wewiku yang dikunjungi Wakil Bupati HMS.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












