Elius mengatakan, kebijakan Kepala Desa Fridus Loe sangat tidak adil. Sebab bantuan tersebut hanya untuk kepala dusun sementara masih banyak masyarakat kurang mampu di Desa Babulu Selatan hanya menjadi penonton dari kebijakan sang kades.
Elius menambahkan, “Kepala dusun sempat mengeluh kepada saya, mengatakan mereka belum membeli sapi karena uang dari bantuan tersebut tidak mencukupi. Saya sudah menjelaskan bahwa tidak ada sapi yang dijual seharga 2 juta, hanya babi yang memiliki harga tersebut,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, salah satu penerima bantuan sapi yang dicoret, Yulius Hale mengungkapkan bahwa Kepala Desa menyuruh aparatnya untuk memotret kandang sapi milik warga sebagai hasil laporan.
“Saya salah satu penerima bantuan sapi itu, tetapi nama saya kemudian dihapus. Setelah itu, saya melihat Kepala Desa meminta aparatnya untuk memotret kandang sapi warga, padahal sapi itu tidak pernah diserahkan kepada masyarakat,” ungkap Yulius Hale.
Yulius Hale menambahkan, karena sapi tidak diberikan kepada masyarakat, kepala desa memberikan uang sebesar 2 juta kepada masing-masing penerima.
“Saya mendengar dari bendahara desa bahwa Petrus Lau, salah satu penerima bantuan, dipanggil oleh inspektorat dan mengaku bahwa dia tidak menerima sapi, tetapi dia menerima uang sebesar 2 juta,” jelas Yulius.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












