Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Menjelajah Pelosok Manggarai Timur untuk Memuliakan Martabat Penyandang Disabilitas

Oleh Markus Makur, Ketua Forum Jurnalis Independen (FJI) Manggarai Timur

Senyum yang Menghangatkan Hati

Di Kampung Belang, kami tiba di rumah seorang pasien yang hanya bisa berbaring di tempat tidur, kadang dibantu istrinya untuk duduk. Jalan menuju rumahnya masih berupa telford, belum beraspal. Di sana, kami menyerahkan kursi roda pertama. Wajah pasien berbinar saat melihat kursi roda itu, sebuah harapan baru untuknya yang selama ini terbatas oleh kondisi fisik. Meski waktu kunjungan singkat, kehadiran kami membawa sukacita dan harapan.

Di sela kunjungan, saya melihat seorang warga berpakaian lusuh mengumpulkan sampah di depan rumahnya. Ternyata, ia mengalami gangguan jiwa. Bersama Kepala Desa Wae Lokom, Martinus Sadi, kami menyapa warga tersebut dan keluarganya, mendengar cerita mereka, dan berbagi kehangatan. Kami juga singgah di rumah kepala desa, disambut hidangan sederhana dan kopi hangat.

Baca Juga :  Malaka Jadi Teladan Pembinaan Sepak Bola Usia Dini di NTT, Apresiasi Tinggi untuk Bupati Stefanus Bria Seran

Perjalanan Berlanjut ke Kampung Pora

Dari Kampung Belang, kami melanjutkan perjalanan ke Kampung Mombok, singgah sejenak di rumah Om Libert untuk menikmati kopi. Misi kemanusiaan berakhir di Kampung Pora, tempat kami menyerahkan kursi roda kedua. Pasien di sana, yang juga terbaring di tempat tidur, disambut dengan sukacita oleh keluarganya. Istri pasien membantu suaminya duduk, dan kami memperlihatkan cara menggunakan kursi roda. Raut wajah bahagia mereka menjadi penutup manis perjalanan hari itu.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung