Senyum yang Menghangatkan Hati
Di Kampung Belang, kami tiba di rumah seorang pasien yang hanya bisa berbaring di tempat tidur, kadang dibantu istrinya untuk duduk. Jalan menuju rumahnya masih berupa telford, belum beraspal. Di sana, kami menyerahkan kursi roda pertama. Wajah pasien berbinar saat melihat kursi roda itu, sebuah harapan baru untuknya yang selama ini terbatas oleh kondisi fisik. Meski waktu kunjungan singkat, kehadiran kami membawa sukacita dan harapan.
Di sela kunjungan, saya melihat seorang warga berpakaian lusuh mengumpulkan sampah di depan rumahnya. Ternyata, ia mengalami gangguan jiwa. Bersama Kepala Desa Wae Lokom, Martinus Sadi, kami menyapa warga tersebut dan keluarganya, mendengar cerita mereka, dan berbagi kehangatan. Kami juga singgah di rumah kepala desa, disambut hidangan sederhana dan kopi hangat.
Perjalanan Berlanjut ke Kampung Pora
Dari Kampung Belang, kami melanjutkan perjalanan ke Kampung Mombok, singgah sejenak di rumah Om Libert untuk menikmati kopi. Misi kemanusiaan berakhir di Kampung Pora, tempat kami menyerahkan kursi roda kedua. Pasien di sana, yang juga terbaring di tempat tidur, disambut dengan sukacita oleh keluarganya. Istri pasien membantu suaminya duduk, dan kami memperlihatkan cara menggunakan kursi roda. Raut wajah bahagia mereka menjadi penutup manis perjalanan hari itu.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












