“Saya juga korban dari pembekuan SK TEDA itu. Perasaan saya ketika kami dibekukan saya merasa sangat sedih,” ungkap Anderias ketika ditanya wartawan media ini, Minggu, (2/6/24).
Gua Lourdes Tubaki Betun, tempat anak-anak Malaka berlutut memohon rahmat dari yang Maha Kuasa, tetapi juga telah menjadi saksi bisu pada sebuah peristiwa penting dimana ribuan anak-akan Malaka kehilangan matapencaharian.
Sejarah mencatat, bagaimana keputusan tiba-tiba untuk membekukan posisi ribuan Tenaga Kontrak di daerah ini meninggalkan dampak yang mendalam bagi para pekerja dan masyarakat sekitar.
Refleksi ini penting sebagai pelajaran bagi pemimpin yang akan datang agar melihat tata kelola sumber daya manusia di sektor publik, terutama bagaimana menciptakan lapangan kerja bagi anak-anak Malaka. *(Ferdy Bria)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












