Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Mengenang Pater Gallus, SVD

Oleh: Markus Makur

Lalu, ia diam dan menyatakan setuju. Saya mencatat semua yang dikatakannya. Kurang lebih satu jam duduk bersamanya di ruang kerja. Ia katakan, “saya selalu membaca buku dan membaca majalah berbahasa Jerman, Der Spiegel yang selalu dikirim oleh keluarganya dari Jerman. Ini cara saya untuk menjaga kesehatan pikiran dan mengetahui perkembangan ekonomi, politik dan politik global yang dimuat dalam majalah berbahasa Jerman.

Baca Juga :  Sesuai Kuasa Bupati, Wakil Bupati Henri Melki Simu Lantik 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Ia sangat fasih berbahasa Indonesia. Ia menceritakan, ia melakukan pelayaan pemeriksaan ibu hamil dengan alat USG pada sore hari. Jika hasil pemeriksaan ibu hamil dengan alat itu dengan kondisi bayi sungsang, maka rujuk ke Puskesmas Reo dan RSUD Ben Mboi Ruteng saat melahirkan nanti. Bukan hanya ibu hamil yang dapat berobat melainkan umat dan masyarakat lainnya yang mengalami sakit datang berobat ke sini.

Tak Terhitung Pasien Yang Berobat 

Ia menjelaskan tak terhitung pasien yang berobat di tempat pelayanan di Sengari Reo, sebab saya tidak mencatatnya.

“Mereka datang dan saya melakukan pelayanan kesehatan tanpa melihat latarbelakang mereka. Kadang-kadang gratis. Apa yang dijelaskannya itu, saya catat di buku catatan.

Muat di Media Flores Pos 

Baca Juga :  Sesuai Kuasa Bupati, Wakil Bupati Henri Melki Simu Lantik 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Hasil wawancara itu, saya mencoba kirim ke media The Jakarta Post, tapi tidak dimuat. Kemudian naskah itu saya kirim di media Flores Pos lewat email dan dimuat. Editornya menangani rubrik ficer di media Flores Pos waktu itu, Pater Avent Saur, SVD.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung