BIDIKNUSATENGGARA.ID | Kontraktor pelaksana Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) atau jaringan perpipaan yang berlokasi di Desa Lakekun Barat, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan cepat memberikan penjelasan terkait progres proyek tersebut.
Penjelasan ini muncul setelah pemasangan jaringan pipa di rumah warga mendapat sorotan masyarakat.
Wildan, Kuasa Direktur CV Berkat Mandiri, menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek SPAM mengalami penundaan akibat medan yang terjal dan ekstrim menuju sumber air.
“Pekerjaan ini harus menanjak ke gunung (sumber mata air) yang membuat akses kendaraan sulit. Tapi puji Tuhan, pembenahan telah selesai. Hari ini anak-anak sedang menginstalasi pipa untuk mengalirkan air dari sumber ke masyarakat,” ungkap Wildan kepada bidiknusatenggara.id pada Rabu, (20/8/25).
Wildan juga menambahkan bahwa anggaran proyek SPAM tersebut adalah sebesar Rp 2,8 miliar. Dalam pernyataannya, Wildan menyebutkan bahwa CV Berkat Mandiri baru menarik dana sebesar Rp 600 juta, sehingga masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp 2,2 miliar.
“Proyek ini memiliki anggaran total Rp 2,8 miliar, tetapi sampai saat ini, penarikan anggaran yang telah saya lakukan baru mencapai Rp 600 juta. Ini berarti masih sisa Rp 2,2 miliar dari total anggaran,” tambahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












