Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Ketua KOMPAK Indonesia Minta Kejari TTS Tindak Tegas Oknum Kades Oehan Yang Diduga Kuat Sunat Dana BLT

Indikasi dugaan kuat korupsi dana bansos untuk wong cilik melalui skema BLT (Bantuan Langsung Tunai) oleh Kades dan perangkatnya wajib dikawal ketat Penggiat Anti Korupsi dan Pers yang berintegritas di TTS kantong Human Trafficking

Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa mengajak Solidaritas Penggiat Anti Korupsi dan Pers untuk mendukung total Kejaksaan Negeri TTS segera memproses hukum Kades dan perangkatnya yang terindikasi kuat melakukan Korupsi dana BLT untuk wong cilik dan difabel di TTS.

Seperti diketahui, sebanyak 21 KK di Desa oehan, Kecamatan kuanfatu, mengaku uang Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahun 2023 yang diterimanya dipotong tanpa alasan yang jelas.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Pemotongan yang sudah dilakukan pada tanggal 25 Agustus 2023 tersebut diduga untuk kepentingan pribadi. Bahkan, bantuan tersebut dipotong dari nominal Rp 440 ribu hingga Rp 770 ribu.

Otniel Kase dalam video yang berbeda di Gup Facebook POSPERA TTS mengisahkan menggunakan bahasa daerah, ”uang bantuan uang BLT itu dipotong oleh Kades Oehan sebanyak Rp.770.000 dan Ia hanya terima Rp.130.000.”

Pemotongan uang BLT milik Otniel Kase, Kades Ade W Nesimnasi beralasan untuk membelikan bahan bangunan WC untuk Otniel Kase. Mirisnya lagi sudah 7 bulan bahan untuk bangun WC yang dijanjikan Kades tak kunjung datang.

Sebagaimana yang disampaikan Otniel Kase saat bersua dengan salah satu anggota POSPERA TTS pada Minggu, (7/4/24) dengan nada kakuh penuh harap bisa mendapatkan bantuan WC.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung