ENDE,BIDIKNUSATENGGARA.COM | Kemarin, 26 September 2023, saya dan seorang relawan mengunjungi seorang pemuda yang dalam beberapa pekan terakhir menderita gangguan jiwa.
Ia tinggal bersama orangtua di sebuah kampung di wilayah Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Pulau Flores, NTT.
Sudah dua pekan, dia dipasung. Pasung dua kaki pakai kayu balok dan pasung dua tangan. Pasung di kolong dapur berbentuk panggung.
Ketika kami kunjung, pasungan jenis ini sudah dibongkar. Pasung cuma dua tangan, pakai rantai baja ringan, ujung-ujungnya disatukan dengan gembok.
Pada dua kaki dan dua tangan bekas pasungan kayu tampak luka-luka yang cukup serius dan perlahan pulih.
Tentu ada sekian banyak kisah di balik itu, antara lain bisa dipadatkan “ia pelaku kekacauan di kampungnya dan kampung-kampung sekitar. Ia lakukan kekerasan, sekalipun kemudian ia juga menjadi korban kekerasan.” Namun saya selalu fokus pada layanan kesehatan jiwa jika muncul pertanyaan “kenapa ia dipasung?”
Bahwasanya ia terpasung lantaran terlambat diberikan layanan medis. Terlambat lantaran keluarga tidak merasa bahwa anggotanya sedang sakit dan membutuhkan layanan medis.
Ketika ia lakukan kekacauan sosial dan dipasung, barulah kemudian keluarga mencari pertolongan medis.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












